Monochrome

Tanaya Syifa Amajida,17.
Sanguinis-Phlegmatis, INFP.
Indonesian and proud of it.
Who I Follow

Dan ke depannya mungkin aku bakalan berusaha ngurang-ngurangin segalanya. Sebagai fotografer juga kurang-kurangin moto kamu hehehe. Kan kamu punya fotografer di masa depan :D

Juga kurang-kurangin nulis tentang kamu hehehe. Kan kamu punya penulis di masa depan :D

Tidak manusiawi sepertinya jika kemampuannya tak terbatas. Dan akupun manusia, yang mampu bermimpi setinggi langit, tapi daya dan mampuku hanya dapat menggapai langit-langit kamarku sendiri.

Ah, tapi aku yakin.. apa yang Allah tidak beri, bukan berarti Allah benci. Hanya saja ada sesuatu yang Allah mau kita mengerti.

dharmaceritawan:

primawan:

Yuk, mari berpikir rasional. Bukan hanya sekedar ikut-ikutan, dan kamu ga tau km berdiri untuk salah satu calon dengan alasan apa. Agama? Let’s think, kira2 para ulama2 yang saya segani itu memberikan alasan mereka kenapa mendukung nomor satu? Kalau iya, apa? Kalau tidak, jangan2 karena dimotori kepentingan politik juga? Aa Gym, Salim A. Fillah itu ulama nya PKS. Jadi, wajar ga sih?

Masih ingin mencari tau tentang siapa yang dipilih? Sebuah video yang sangat rasional dari mas Anies Baswedan bisa mencerahkan pikiranmu :)

http://www.youtube.com/watch?v=LMPJNz7ICcQ

Ka primawan
Kalau soal Salim A. Fillah dan PKS, jawabannya : Ya. Wajar. Karena mereka berada dalam 1 barisan. Tapi mereka berada dalam 1 barisan juga pasti karena sebuah alasan, dan alasan itu adalah kesamaan pandangan. Nah pandangan apa sebenarnya yang membuat mereka (Salim A Fillah dan PKS) menjadi 1 barisan? Apa tujuan sebenarnya? Ini yang seharusnya jadi acuan berpikir kita. Bukan soal ada atau tidaknya isu agama insidentil terhadap salah satu calon seperti yang diungkap (yang saya hormati) Pak Anies Baswedan.

Nah kalau soal alasan beliau-beliau yang memilih Prabowo. Sejauh pandangan saya, alasannya bukan karena Prabowo adalah sesosok pemimpin yang ideal, tapi sesosok yang dinilai lebih sedikit mudharat nya ketimbang calon yang satunya. (kita sama-sama paham, dalam Fiqh Prioritas, mencegah keburukan lebih utama ketimbang menghadirkan kebaikan).

Lho memangnya mudharatnya Jokowi dimana? Memangnya Prabowo gak ada mudharatnya?

Lagi-lagi sejauh pandangan saya, jawabannya adalah karena pemikiran PDIP yang secara jelas dari keberpihakannya terhadap berbagai kebijakan, berseberangan dengan prinsip Islam. Prinsip islam yang mana? Islam mengajarkan bahwa aturan Allah harus selalu berada paling tinggi di atas segala aturan. Islam mengatur segala hal dari hal yang paling kecil (adab makan, bangun tidur, kamar mandi, dsb) sampai dengan hal yang paling besar (ibadah, kepemimpinan, negara, dsb). Sebagai seorang muslim, apa-apa yang kita putuskan di keseharian kita haruslah mengacu kepada aturan Allah. Rasulullah bersabda, ada 2 hal yang apabila kita berpegang padanya, maka kita akan selamat di dunia & akhirat : 
1. Al-qur’an
2. As-sunnah
Maka, apa-apa yang kita putuskan di dunia ini haruslah mengacu pada 2 hal tersebut. Inilah yang kita sebut dengan Islam sebagai Hukum. Bagian dari ideologi.
Nah sekarang mari kita lihat PDI-P. PDI-P secara track record selalu menolak segala perda berbentuk syariat (kecuali untuk yang di Aceh). Mereka juga menolak penutupan Gang Dolly. Juga bersikap anarki di berbagai agenda. Kalau ka primawan pernah ikut demonstrasi, di lapangan biasanya keliatan mana yang massa PDIP dan mana yang bukan massa PDIP. Pun secara data, di hasil survey manapun semua rata bahwa PDIP menempati juara 1 dalam hal menyumbang koruptor. 
Salah satu kader PDIP, Trimedya Panjaitan bahkan sudah menegaskan ketika disinggung soal perda syariat : "Ideologi PDIP Pancasila 1 Juni 1945. Pancasila sebagai sumber hukum sudah final"Ini artinya, PDIP memang dari dasarnya tidak menempatkan aturan Allah diatas aturan buatan manusia (Pancasila). 
Mereka berpandangan ajaran Islam bukan sesuatu yang ideal untuk mengatur negara. Mereka menganggap, JUSTRU Islam lah yang harusnya diatur negara. Ini yang menurut saya tidak sejalan dengan prinsip Islam.
Lalu, bagaimana dengan Gerindra? Gerindra kan juga nasionalis? Ideologinya Pancasila?
Well, let’s be fair. Gerindra bagi saya pribadi juga bukan barisan yang ideal. Tapi sekali lagi, kalau kita compare apple to apple sama PDIP. Saya kira kita semua sepakat mana yang secara track record mudharatnya lebih banyak dan lebih berbahaya.

Tapi gak bisa dong kita menyamakan Jokowi dengan PDIP secara keseluruhan? Gak Fair. Buktinya dia bersih kok, bagus tuh mimpin Solo, dsb. 

Saya sepakat. Tapi kembali lagi seperti Salim A Fillah & PKS. Jokowi dan PDIP juga bersatu juga pasti karena adanya kesamaan pandangan. Pandangan yang mana? Allahu’alam. Yang pasti, dengan tidak memilih segala sesuatu yang beririsan dengan PDIP, maka kita sudah terlepas dari keburukan yang dibawa oleh PDIP. *setidaknya di ranah eksekutif

Ini barangkali yang menjadi alasan mengapa para ulama merapat ke Prabowo-Hatta ketimbang ke Jokowi-JK. 
Wallahu’alam.

Kenal dan berteman dengan orang-orang yang mempunyai beragam idealisme memang tidak salah, syukur-syukur dapat memberi manfaat, dapat membuka pikiran kita terhadap idealisme yang telah kita pertahankan sebelumnya. Tapi menurut saya, masa depan ummat bukan lagi sekedar idealisme. Semoga Allah membukakan jalan bagi yang paling benar diantara keduanya.. Aamiin.

chibird:

An informative drawing about introverts and extroverts. ^^ Many people lean towards either introverted or extroverted but have qualities from both.

(via psych-facts)

Beruntunglah kita yang berjarak karena keterbatasan kita. Karena ketika kita mampu melawan keterbatasan kita, kita sendiri yang akan membuat jarak. Kali ini tanpa alasan.

Ada masanya, segala yang ‘tampak baik-baik saja’ akan menjadi benar baik-baik saja. In syaa Allah.

destina-des:

tausendsunny:

adi-fitri:

"Just because we wear the hijab and cover up, does not make us perfect Muslims,"
A comic adaptation from this post by thepiercingstar.
Wallahua’lam.

Allah is the turner of hearts..

Try to become better, not perfect…

People change, feelings change, it doesn’t mean that the love once shared wasn’t true and real, it simply just means that sometimes when people grow, they grow apart

Anonymous (via baroqoqok)

500 days of summer :)

tujuhlapanenam:

Takdir sebagai dalih?

okay… Bismillah.

(via dharmaceritawan)